Tampilkan postingan dengan label KISAH DAN IBROH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KISAH DAN IBROH. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 Februari 2021

KISAH MAHASISWA YANG HILANG

THE LEGEND ( ATJEH )




Dia masih menjadi mahasiswa IPB saat menghilang lima belas tahun silam di Pulau Seram, Maluku, Dia kembali ke kota hanya dengan sandal jepit dan baju lusuh. Tapi, dia disambut bak seorang pahlawan yang baru saja kembali dari medan laga. Dia dielu- elukan segenap penjuru.

Kisahnya menitikkan haru. Dia diabadikan dalam puisi. Dia seperti sungai yang tak henti mengalirkan inspirasi.

Hari itu, 22 September 1979 di Hotel Salak, Bogor. Lelaki berkulit legam itu dikelilingi teman-temannya. Dia hanya mengenakan sandal jepit. Temannya membawakan sepatu dan jas untuknya. Dia menolak memakainya. Namun, temannya bersikeras. Lelaki itu, Muhammad Kasim Arifin, serupa anak yang hilang. Dia yang lahir di Langsa. Aceh, 18 April 1938 itu adalah mahasiswa yang kembali setelah 15 tahun silam.

Teman- temannya sudah lama sarjana dan banyak yang sudah menjadi pejabat. Kasim hanya seorang petani yang bersahaja. Tapi dia justru jauh menjulang namanya dibandingkan semua orang.

Tahun 1964, dia hanya seorang mahasiswa biasa yang mengikuti Program Pengerahan Mahasiswa, yang sekarang bernama Kuliah Kerja Nyata.

Di masa itu, mahasiswa harus siap ditempatkan di pelosok negeri. Kasim mendapat lokasi di Waimital, Pulau Seram, Maluku.

Dia pun mendatangi daerah terpencil itu sebab didorong hasrat untuk membumikan semua pengetahuannya. Di Waimital, dia bertemu keluarga petani miskin yang datang melalui program transmigrasi.

Nuraninya terketuk. Dia ingin berbuat sesuatu. Dia menanggalkan semua identitas kota pada dirinya. Dia memakai sandal jepit dan baju lusuh. Dia ikut menemani petani yang berjalan kaki 20 kilometer menuju sawah. Dia melakukannya setiap hari dan bolak-balik. Dia membantu petani untuk mengolah tanah. Diajarkannya pengetahuan yang didapatnya di kampus IPB.

Dia membantu masyarakat untuk membuka jalan desa, membangun sawah baru, membuat irigasi. Dia tidak menunggu bantuan dari pemerintah. Dia membangkitkan semangat masyarakat untuk bergotong-royong.

Kasim peduli pada petani lebih dari dirinya sendiri. Dia pun mendapat kasih sayang dari semua orang.

Dia disapa Antua, sebutan bagi orang yang dihormati di Waimital. Kasim begitu larut untuk membantu masyarakat, sampai-sampai dia lupa pulang. Seharusnya dia di Waimital hanya tiga bulan. Tapi dia merasa tugasnya belum selesai. Bahkan saat semua teman-temannya pulang, dia tetap menjadi petani. Bahkan semua temannya telah diwisuda, dia masih setia di kampung itu. Hingga semua temannya lulus dan menjadi pejabat, dia tetap memilih di kampung itu hingga 15 tahun.

Di Aceh, orang tuanya memanggil. Dia tak bergeming. Bahkan Rektor IPB, Profesor Andi Hakim Nasution, memanggilnya kembali, dia masih juga tak bergeming. Tak kurang akal, Rektor IPB lalu mengutus Saleh Widodo, seorang teman kuliah ΔΆasim, untuk menjemputnya di sana. Dengan berat hati, Kasim bersedia ke Jakarta, lalu Bogor, hanya dengan sandal jepit dan baju lusuh.

Kampus memanggilnya untuk menyelesaikan studi. Kasim sejatinya tak butuh gelar akademik, tapi dia tak kuasa menolak permintaan teman-temannya. Dia mengaku tidak sanggup membuat skripsi.

Teman-temannya berinisiatif untuk merekam kisahnya di Waimital untuk diajukan sebagai skripsi. Dia bercerita selama 28 jam. Temannya mencatat cerita itu dengan mata basah. Semua terharu. Kasim adalah potret manusia yang melampaui dirinya. Dia bukan seperti kebanyakan orang yang hanya berpikir untuk kuliah lalu bekerja, mengumpul harta, kemudian hidup bahagia.

Dia menemukan bahagianya dengan cara lain. Saat dia melihat petani tersenyum, hatinya mekar. Selagi senyum itu belum hadir, dia akan menganggap tugasnya jauh dari kata selesai. Dia lebur bersama masyarakat. Mulanya dia datang sebagai Kasim, mahasiswa IPB yang penuh pengetahuan. Setelah 15 tahun, dia menjadi bagian dari masyarakat.

Dia tak lagi ingin sesegera mungkin lulus, kemudian menyandang toga dan bekerja di instansi pemerintahan. Dia ingin membantu semua petani untuk sejahtera melalui tindakan memuliakan bumi, menghargai lumpur, lalu mengolah tanah-tanah pertanian. Dia mencintai tunas yang tumbuh lalu mekar jadi tanaman.

Hari itu, Kasim memasuki gedung IPB untuk wisuda. Mulanya dia ragu-ragu dan takut melihat banyak orang berdatangan, Semalaman dia tak bisa tidur di Hotel Salak karena pendingin udara dan suara bising di jalanan.

Di acara wisuda, dia ingin duduk di kursi belakang. Namun begitu dia datang, semua orang berdiri dan bertepuk tangan. Dedikasinya membuat banyak orang merinding. Dia adalah insinyur pertanian paling istimewa, paling menyentuh hati, dan paling menjulang dibandingkan yang lain.

Lelaki muda itu tetap Kasim yang bersahaja. Bahkan setelah wisuda pun, dia kembali ke Waimital demi meneruskan kerja-kerjanya. Setelah beberapa waktu, barulah dia menerima pinangan Universitas Syiah Kuala, Aceh, untuk menjΓ‘di dosen di sana hingga pensiun pada tahun 1994. Di Waimital, namanya selalu harum, bahkan diabadikan menjadi nama jalan.

Di tahun 1982, Kasim mendapatkan penghargaan Kalpataru dari pemerintah untuk jasa-jasanya membangun masyarakat desa dΓ©ngan wawasan lingkungan hidup. Kasim yang tidak gila pada penghargaan, "membuang" kalpataru itu di bawah kursi dan meninggalkannya begitu saja, hingga akhirnya seseorang mengantarkan kalpataru itu ke rumahnya. Bahkan penghargaan pun bukan menjadΓ­ tujuannya.

Ketika mendapat tawaran untuk study banding ke Amerika serikat, dia menolak. "Untuk apa saya harus ke Amerika yang punya tradisi pertanian berbeda dengan disini?" Katanya.

Dia selalu menjadi Kasim yang menginspirasi. Kisah hidupnya ditulis ke dalam buku berjudul Seorang Lelaki Dari Waimital yang ditulis Hanna Rambe di tahun 1983, dan diterbitkan Sinar Harapan.

Seusai pensiun, dia tetap di Aceh dan menjadi aktivis lingkungan. Di masa kini, betapa sulitnya menemukan anak muda yang masih idealis seperti dirinya. Anak muda hari ini berlomba-lomba untuk masuk dunia bisnis, mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya, lalu masuk ke lingkaran istana, entah sebagai staf milenial atau sebagai staf menteri. Bahkan para akademisi muda bermimpi jadi dirjen, staf khusus menteri, atau jadi pejabat di BUMN.

Kasim adalah oase yang serupa mata air selalu menjadi telaga inspirasi yang tak mengering.

Saat dia diwisuda di tahun 1979, salah seorang rekannya penyair Taufiq Ismail, menulis puisi yang mengharukan tentang Kasim.


Salah satu baitnya berbunyi:


Dari pulau itu, dia telah pulang

Dia yang dikabarkan hilang

Lima belas tahun lamanya

Di Waimital, Kasim mencetak harapan

Di kota kita mencetak keluhan

(Aku iadi ingat masa kita diplonco dua puluh tahun lalu)

Dan kemarin, di tepi kali Ciliwung aku berkaca

Kulihat mukaku yang keruh dan leherku yang berdasi

Kuludahi bayanganku di air itu karena rasa maluku

Ketika aku mengingatmu, Sim

Di Waimital engkau mencetak harapan

Di kota, kami...

Padahal awan yang tergantung di atas Waimital, adalah

Awan yang tergantung di atas kota juga...


Kau kini telah pulang

Kami memelukmu.


#TheKingOfInspirasiAndMotivasi


from baca biar tau.

Rabu, 30 Desember 2020

UNTAIAN KATA B.J. HABIBIE BIKIN MENANGIS

 




Ternyata apa yg ditulis BJ Habibie itu absolutely undeniable..!

πŸ˜ͺπŸ˜ͺπŸ˜ͺπŸ˜ͺπŸ˜ͺ

πŸ‘‡πŸ»πŸ‘‡πŸ»πŸ‘‡πŸ»πŸ‘‡πŸ»πŸ‘‡πŸ»


*REALITA .....B.J. HABIBIE*


Ternyata kembali ke nol .... tidak ada yang dapat  dibanggakan.... 


Dulu bangga dengan jabatan apa itu Nakhoda apa itu KKM apa itu Direktur apa itu Bos perusahaan  besar     .........


 *Ternyata bullshiiiit semua*......

🀭🀭🀭😭😭😭😭😭😭

                       


*Ungkapan Hati B.J. Habibie soal akhirat  yang bikin merinding 8 Jan 2019.*


*NONSTOP NEWS.ID*


*Pidato BJ Habibie viral Mantan Presiden RI ini menuliskan tentang kisah hidupnya.*


*SAAT KEMATIAN ITU KIAN DEKAT.*


*KALAULAH SEMPAT...???, Renungan utk kita semua....!!!!*


Beliau berpesan "Saya diberikan kenikmatan oleh Allah ilmu technology* *sehingga saya bisa membuat pesawat terbang, *tapi sekarang saya tahu bahwa ilmu agama itu lebih bermanfaat untuk umat.*            


Kalo saya disuruh memilih antara keduanya *maka saya akan memilih ilmu Agama.*


*Sepi penghuni...Istri sudah meninggal..* 


*Tangan* menggigil karena lemah...

*Penyakit* menggerogoti sejak lama...

*Duduk* tak enak, *Berjalan pun tak nyaman... Untunglah seorang kerabat jauh mau tinggal bersama menemani beserta seorang pembantu...


*Tiga anak, semuanya sukses...* berpendidikan tinggi sampai ke luar negeri...

*Ada* yang sekarang berkarir di luar negeri..

*Ada* yang bekerja di perusahaan asing dengan posisi tinggi... 

*Dan Ada* pula yang jadi pengusaha ...


*Soal Ekonomi,* saya angkat dua jempol » semuanya kaya raya...


*Namun....*

Saat tua seperti ini dia "merasa hampa", ada "pilu mendesak" di sudut hatinya..


*Tidur tak nyaman*...

Dia berjalan memandangi foto-foto masa lalunya ketika masih perkasa & enegik yg penuh kenangan


*Di rumah yang besar* dia merasa kesepian, tiada suara anak, cucu, hanya detak jam dinding yang berbunyi teratur...


*Punggungnya* terasa sakit, sesekali air liurnya keluar dari mulutnya....

*Dari sudut mata* ada air yang menetes.. rindu dikunjungi anak-anak nya...


*Tapi Semua Anak-anaknya sibuk dan tinggal jauh di kota atau negara lain...*

Ingin pergi ke tempat ibadah namun badan tak mampu berjalan....


Sudah terlanjur melemah...


*Begitu lama waktu ini bergerak,* tatapannya hampa, jiwanya kosong, hanya gelisah yang menyeruak...

sepanjang waktu ....   


*Laki-laki renta itu, barangkali adalah Saya...* atau barangkali adalah *Anda yang membaca tulisan ini suatu saat nanti...*

*Hanya menunggu* sesuatu yg tak pasti...

yang pasti hanyalah KEMATIAN.

*Rumah besar* tak mampu lagi menyenangkan hatinya..._

*Anak sukses* tak mampu lagi menyejukkan rumah mewahnya yang ber AC...

*Cucu-cucu* yang hanya seperti orang asing bila datang.....

*Asset-asset produktif* yang terus menghasilkan, entah untuk siapa...???


Kira-kira *" Jika Malaikat datang menjemput ",* akan seperti apakah kematian nya nanti.


*Siapa* yang akan memandikan...???


*Di mana* akan dikuburkan....???


*Sempatkah anak kesayangan dan menjadi kebanggaannya* datang mengurus jenazah dan menguburkan....???


*Apa amal yang akan dibawa ke akhirat nanti...???.*

Rumah akan ditinggal , asset juga akan ditinggal pula...

Anak-anak entah apakah akan ingat berdoa untuk kita atau tidak...???

Sedang ibadah mereka sendiri saja belum tentu dikerjakan....???

*Apa lagi* jika anak tak sempat dididik sesuai tuntunan agama...???  *Ilmu agama hanya sebagai sisipan saja...*


*" Kalau lah sempat "* menyumbang yang cukup berarti di tempat ibadah, Rumah Yatim, Panti Asuhan atau ke tempat-tempat di jalan Allah yang lainnya...


*" Kalau lah sempat "* dahulu membeli sayur dan melebihkan uang pada nenek tua yang selalu datang......  


*" Kalau lah sempat "* memberikan sandal untuk disumbangkan ke tempat ibadah agar dipakai oleh orang yang memerlukan.....  


*" Kalau lah sempat "* membelikan buah buat tetangga, kenalan, kerabat, dan handai taulan... 


Kalau lah kita tidak kikir Ichlas kepada sesama, *pasti itu semua akan menjadi " Amal Penolong " nya ...*


*Kalaulah dahulu anak disiapkan menjadi " Orang yang shaleh ", dan " Ilmu Agama-nya lebih diutamakan ".*


Ibadah sedekahnya dibimbing/diajarkan & diperhatikan, *maka mungkin senantiasa akan " Terbangun Malam ", " Meneteskan Air Mata Mendoakan Orang Tuanya ".*


*Kalaulah sempat* membagi ilmu dengan ikhlas pada orang sehingga bermanfaat bagi sesama...


*"KALAULAH SEMPAT"*


*Mengapa* Kalau Sempat....???

*Mengapa* itu semua tidak jadi perhatian utama kita... ??? 


 *Sungguh* kita tidak adil pada diri sendiri.  *Kenapa* kita tidak lebih serius...??? 

*Menyiapkan* "Bekal" untuk menghadap *NYA* dan " *Mempertanggung Jawabkan* *Kepada *NYA* "....???*


*Jangan terbuai* dengan " Kehidupan Dunia " yang  bisa  melalaikan.....


*Kita boleh saja Giat Berusaha Di dunia....tapi Jadikan Itu Untuk Bekal Kita Pada Perjalanan Panjang & Kekal Di akhir hidup Kita.*


*(Bagi yang  menyebarkan* *catatan ini Semoga menjadi Sodaqoh Ilmu & Ladang Amal Shaleh )*


*Teruslah menjadi  " Si Penabur  Kebajikan Selama Hayat Masih Dikandung Badan Meski Hanya Sepotong Pesan ".*


*Semoga Bermanfaat...*


πŸ™πŸ™πŸ™ 


*Prof. Dr. Ing. BJ. Habibie.*

Minggu, 22 November 2020

Pemulung Yang Akan Segera Umroh (KISAH DAN IBROH 4)

 


Akbar menjadi terkenal setelah foto mengenai dirinya viral di media sosial.
Dalam foto tersebut, Akbar terlihat tekun membaca Al Quran mengaji di emperan toko di kawasan Braga, Kota Bandung, Jawa Barat.
Keinginannya saat ini adalah bertemu Ibunya yang meninggalkannya sejak dia masih kecil.
Menurut Dedi, Akbar keluar dari rumah dengan berjalan kaki dari satu kota ke kota lainnya hanya untuk mencari Ibunya.

Selama itu, Akbar hidup dari memulung barang bekas yang dijualnya kepada pengepul di daerah yang dilaluinya."Uang yang didapat dari memulung, selain dipakai makan bareng pemulung lain, sisanya diberikan kepada pemulung lain yang membutuhkan," kata Dedi.Anggota DPR RI.
Meski demikian, Akbar tidak pernah lepas dari shalat lima waktu dan baca AlQuran.
Menurut Dedi, selain ingin bertemu dengan Ibunya, Akbar juga punya cita-cita mulia ingin mendirikan pondok pesantren sendiri pada suatu saat nanti.

Dedi pun menanggapi dan berjanji akan membantu Akbar untuk mulai menggapai cita-citanya.

Akbar mengaku siap menerima ajakan Dedi untuk mengajar ngaji anak-anak sambil belajar mengaji kepada kyai.

Begitu juga dengan tawaran menjadi direktur bank sampah yang ada di kampung Dedi Mulyadi.

Akbar mengatakan bahwa dia tidak akan lagi kembali hidup di jalanan.
Namun, Akbar meminta waktu satu minggu untuk berkumpul bersama ayah dan keluarganya di Garut.

“Saya minta satu minggu untuk kumpul sama keluarga di Garut Pak,” kata Akbar kepada Dedi.
Dalam kesempatan tersebut, Dedi pun menyerahkan bantuan modal sebesar Rp 10 juta kepada Unan, Ayah Akbar yang sehari-hari bekerja sebagai kuli bangunan.
Dedi melihat, Unan sosok Ayah yang sederhana dan rajin.

Keinginan Belajar di ponpes pun terpenuhi.

Muhammad Gifari Akbar (16) warga Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut itu kini menjadi anak angkat ulama besar Syekh Ali Jaber. Dia juga dimasukkan ke salah satu pesantren di Cipanas Kabupaten Cianjur. Bahkan, pada Desember mendatang, Syekh Ali Jaber akan memboyong Akbar menunaikan ibadah umrah dan bertemu dengan imam besar di Arab Saudi.

Pertemuan Akbar dengan Syekh Ali Jaber terjadi di Muslimah Center Nuurun Nisa, Cihanjuang, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (11/11/2020). Saat itu, Syekh Ali Jaber yang berniat mendatangi Akbar ke rumahnya di Garut sedang mengisi tausyiah.

Dia tak menyangka ternyata Akbar ada di acara pengajian tersebut. Pertemuan Akbar dan Syekh Ali Jaber berlangsung haru. Keduanya saling berpelukan, disaksikan jemaah tausyiah. Syekh Ali Jaber tak sungkan mencium pipi dan kepala Akbar, lalu kembali memeluknya.

"Saya punya firasat Muhammad Gifari menjadi imam besar, akan dibina di pesantren saya yang ada di Cipanas agar Akbar jadi Ahlul Quran karena kita tahu remaja zaman sekarang tenggelam dalam dunia maya," kaya Syekh Ali Jaber.

Ulama besar ini mengajak kepada seluruh warga Indonesia dan dunia akan memberikan perhatian lebih kepada mereka yang mencintai Alquran.

"Saya belajar dari guru saya, siapapun mencintai Alquran apapun kemampuannya, kalau dia mencintai Alquran kasih perhatian sebesar-besarnya biar kemampuan terbatas. Kasih sepenuhnya perhatian karena pencinta Alquran dia dicintai Allah SWT," jelasnya.

Akbar juga mengaku bahagia, bisa bertemu dengan ulama besar Syekh Ali Jaber. "Ketemu Syekh Ali Jaber perasaannya senang sekali, tidak menyangka. Saya kira ini mimpi ternyata ini kenyataan," ungkap Akbar sambil terbata-bata.

Cerita Akbar juga membetot perhatian hafiz asal Aceh Muzammil Hasballah yang sama-sama hadir dalam acara tersebut. Muzammil mengaku terharu karena masih ada generasi muda yang menaruh perhatian pada agama dan tak lupa mengaji dalam keadaan sulit sekalipun.

"Allah pilih dengan takdir berkah Alquran sampai akhirnya dikenal masyarakat. Begitulah berkah Alquran yang dijanjikan Allah SWT, tidak hanya di akhirat, tapi langsung di dunia juga," tutur Muzammil.

Ia berharap, Akbar tetap rendah diri dan niatnya selalu dijaga agar tidak tergiur godaan duniawi. "Niatnya dijaga agar terus Lillahi Ta'ala. Memang dikenal orang banyak itu akan jadi godaan buat kita, mudah-mudahan bisa dilalui. Kita saling mendoakan yang terbaik," harapnya.

Syeh Ali Jaber..akan segera urus surat-surat bagi Akbar dan dalam waktu dekat akan diajak umroh bersama.  MasyaaAlloh....

Minggu, 11 Oktober 2020

KAGUMNYA SI AHLI GENETIKA

 

ROBERT GUILHEM AHLI GENITIKA YAHUDI   TERPERANGAH SETELAH MELAKUKAN PENELITIAN  MASA IDAH MUSLIMAH 


πŸ§‘πŸ§‘πŸ§‘πŸ§‘πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™

Kata Pakar Genetika :
Wanita Terbersih Di Muka Bumi, Adalah Wanita Muslimah, Subhanallah

Seorang pakar genetika Robert Guilhem mendeklarasikan keislamannya setelah terperangah kagum oleh ayat-ayat Al-Quran yang berbicara tentang Masa Iddah (yaitu masa tunggu selama tiga bulan bagi wanita, untuk boleh menikah lagi) bagi wanita Muslimah yang dicerai suaminya seperti yang diatur Islam.

Guilhem, membuktikan dalam penelitiannya, bahwa jejak rekam seorang laki-laki di tubuh wanita akan hilang setelah tiga bulan. Guilhem yakin dengan bukti-bukti ilmiahnya. Bukti-bukti itu menyimpulkan bahwa hubungan persetubuhan suami istri akan menyebabkan laki-laki meninggalkan sidik (rekam jejak) khususnya pada perempuan.

Jika pasangan ini setiap bulannya tidak melakukan persetubuhan maka sidik itu akan perlahan-lahan hilang antara 25-30 persen. Dan, setelah tiga bulan berlalu, maka sidik itu akan hilang secara keseluruhan.

Sehingga perempuan yang dicerai akan siap menerima sidik laki-laki lainnya. Bukti empiris ini mendorong pakar genetika Yahudi ini melakukan penelitian dan pembuktian di sebuah

perkampungan Afrika Muslim di Amerika.

Dalam penelitiannya, ia menemukan bahwa setiap wanita Muslim di sana hanya mengandung dari jejak sidik pasangan mereka saja. Sementara penelitian ilmiah di sebuah perkampungan lain di Amerika (perkampungan non Muslim) membuktikan bahwa wanitanya yang hamil memiliki jejak sidik beberapa laki-laki, dua hingga tiga.

Artinya, wanita-wanita non Muslim di sana melakukan hubungan intim dengan laki-laki selain pernikahan yang sah. Yang mengagetkan sang pakar ini, adalah ketika dia melakukan penelitian ilmiah terhadap istrinya sendiri.

Ternyata ia menemukan istrinya memiliki tiga rekam sidik laki-laki, alias istrinya berselingkuh. Dari penelitiannya, hanya satu saja, dari tiga anaknya berasal dari dirinya, yaitu setelah ia melakukan test DNA terhadap anak anaknya.

Setelah penelitian-penelitian yang dilakukannya, ia meyakini bahwa hanya Islamlah yang menjaga martabat perempuan, dan menjaga keutuhan kehidupan sosial. Ia yakin, bahwa wanita muslimah adalah wanita paling bersih di muka bumi ini.

Guru besar anatomi medis di Pusat Nasional Mesir, dan konsultan medis, Dr. Abdul Basith As-Sayyid menegaskan bahwa Robert Gelhem, pemimpin Yahudi di Albert Einstein College, dan pakar genetika ini mendeklarasikan dirinya masuk Islam, ketika ia mengetahui hakikat empiris ilmiah, dan kemukjizatan Al-Quran tentang penyebab penentuan iddah (masa tunggu) perempuan yang dicerai suaminya dengan masa 3 bulan. (Dian Bango Alamanda)

Sumber: sharia.co.id (Via FP Sahabat Koh Steven)

Reposted by : @sahabatrubaiyatofficial

•┈•●●●◎❅❀❦❖❖❦❀❅◎●●●•┈•

*BOLEH DI-SHARE KEMBALI* dengan tanpa menambah, mengurangi, mengubah dan menghilangkan sumbernya.

KEGIATAN BIMBINGAN KONSELING DOKUMEN

 RAKOR DENGAN  P2TP2A WONOGIRI Senin, 27 Februari 2023 Bupati Wonogiri, Joko Sutopo yang dikonfirmasi Kompas.com, Rabu (25/1/2023) menyataka...